Acupuncture Can Reduce Pain At Maternity

Acupuncture proved very useful for reducing pain in labor. "Pain is reduced because endorphins arise if the skewer, it's what we do through acupuncture. Technique we call acupuncture analgesia," said dr. Shinta Sukandar, Clinical Acupuncture Specialist, on a one-day seminar titled Comfortable Childbirth Without Pain childbirth, at the Faculty of Medicine,

Get rid of Head Pain with Acupuncture

If you are frequently attacked headache but a doctor's examination found no abnormalities or infections , you may be suffering from primary headache . The data showed 95 percent of patients who come in because of complaints

Overcome Stress with Acupuncture

Big city life is hard without realizing it forcing its citizens to compete . Challenging conditions and competition makes people stress that eventually can lead to the onset of various diseases , from mild to severe that seem like heart disease and cancer .

Acupuncture Reduce Menstrual Pain

We know that the menstrual period is often accompanied by a variety of complaints, especially menstrual pain. According to a review of 27 studies, researchers from South Korea stated that acupuncture is quite effective against menstrual pain.

Alternative Health Tip: Understanding Acupuncture Closer

Acupuncture literally means "needle prick". Acupuncture is the practice of entering very thin needles into the skin to stimulate specific anatomic points in the body called acupuncture points (acupoints) for therapeutic purposes or treatment.

Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Aktif dalam Kegiatan Sosial Bikin Panjang Umur

Hidup terasa lebih bermakna jika kita bisa membantu orang-orang yang kurang beruntung. Menjadi relawan dalam berbagai kegiatan sosial juga diketahui bisa membuat kita lebih panjang umur.

Ada banyak kegiatan sosial yang bisa kita lakukan, misalnya saja membacakan buku bagi orang tuna netra, menemani aktivitas anak-anak penderita kanker di rumah sakit, mengajar anak jalanan, dan masih banyak lagi.

Sebuah analisa terhadap efek kesehatan dari kegiatan sosial tersebut menyebutkan, para relawan sosial memiliki angka kematian lebih rendah 22 persen dibandingkan dengan orang yang tidak terlibat dalam kegiatan sosial.

Analisa yang dilakukan terhadap 40 studi tersebut juga mengungkapkan bahwa para relawan pada umumnya memiliki risiko depresi lebih rendah. Mereka juga lebih puas terhadap hidupnya. Melakukan hal-hal baik tampaknya membuat para relawan merasa hidupnya baik.

Meski begitu, manfaat positif dari kegiatan sosial tadi ternyata baru dirasakan setelah kita melakukannya secara rutin. Jadi jika Anda hanya baru satu atau dua kali terlibat dalam kegiatan sosial, mungkin efeknya bagi kepuasan batin belum begitu terasa.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Dr.Suzanne Richards dari University of Exeter Medical School di Inggris itu, ia meneliti para relawan yang secara teratur meluangkan waktunya untuk kegiatan sosial. 

Richards menjelaskan, aktif dalam kegiatan sosial akan meningkatkan frekuensi kontak dengan orang lain, mengurangi rasa kesepian, serta membuat kita merasa dibutuhkan sehingga hidup terasa bermakna. 

Namun sebaliknya, orang-orang yang egois ternyata juga berdampak positif. Sebelumnya sebuah studi menyebutkan orang yang mengorbankan waktunya untuk merawat anggota keluarganya ternyata kurang sehat baik secara emosional dan fisik. 

"Mungkin ada batas halus antara menjadi relawan yang bisa mendatangkan manfaat positif bagi kepuasan hidup dengan meluangkan waktu terlalu banyak sehingga menjadi sebuah komitmen," kata peneliti. 

Tim peneliti mencatat, jika kegiatan merawat orang lain menjadi ganjalan karena dilakukan secara terpaksa, lama kelamaan akan menimbulkan stres.

Cukup Tidur Bikin Cantik, Kurang Tidur Perburuk Penampilan

 
Kita hidup di tengah masyarakat yang membanggakan kurang tidur. Semakin kurang tidur dianggap semakin giat, semakin produktif. Atasan menghargai kiriman email dari bawahannya yang masuk pada waktu-waktu lazimnya orang tidur. Sebenarnya perilaku ini sangat merugikan performa, kesehatan dan penampilan.

Cukup tidur, tampil menarik

Ya, organ utama yang terkena dampak tidur yang tak sehat adalah kulit. Dengan mudah kita dapat membedakan wajah yang lelah kekurangan tidur. Ekspresi yang lesu, kulit kusam dan tak bercahaya. Ini dibuktikan lewat sebuah penelitian yang diterbitkan pada British Medical Journal di tahun 2010, di mana para subyek difoto dua kali. Pertama saat cukup tidur, kedua saat tidur kurang. Hasil foto tersebut kemudian ditunjukkan pada 65 orang awam tak terlatih untuk dinilai. Hasilnya, foto saat cukup tidur dianggap lebih menarik!

Tidur cantik

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh para ahli dari University Hospitals Case Medical Center mendapati bukti baru tentang tidur cantik. Kualitas tidur memengaruhi fungsi kulit dan penuaan. Ditemukan bahwa wanita yang kurang tidur, mengalami penuaan dini pada kulit dan penurunan fungsi pemulihan kulit terhadap berbagai stressor lingkungan.

Penelitian dilakukan pada 60 wanita pre menopause berusia 30-49 tahun. Separuhnya masuk dalam kategori kurang tidur, sementara sebagian lain cukup tidur. Kedua kelompok ini kemudian dinilai kesehatan kulit dan kemampuan pemulihan kulit terhadap stressor lingkungan, seperti ketahanan menjaga kelembaban dan paparan sinar matahari.

Kelompok wanita kurang tidur menunjukkan peningkatan tanda-tanda penuaan intrinsik kulit, seperti pigmentasi dan hilangnya kelenturan kulit. Sementara tanda-tanda penuaan ekstrinsik seperti kerutan dan bintik noda akibat terbakar matahari tak menunjukkan perbedaan.

Para peneliti juga menemukan bahwa pemulihan kulit pada kelompok wanita yang tidur cukup ternyata jauh lebih baik dibanding kelompok yang kurang tidur. Setelah beberapa tes stresor kulit selama 72 jam, didapati bahwa tingkat pemulihan kelompok yang tidur cukup 30 persen lebih baik dibanding kelompok kurang tidur.

Di luar kesehatan kulit, peneliti juga mendapati bahwa 23 persen wanita yang cukup tidur masuk dalam kategori obesitas, sementara yang kurang tidur 44 persen.

Kurang tidur tampak sedih

Penelitian baru yang dipublikasikan pada jurnal kedokteran Sleep, September 2013, seolah mengulang penelitian di Inggris 2010. Sepuluh orang difoto dua kali, pertama pada jam 14:30 setelah delapan jam tidur. Kedua setelah terjaga selama 31 jam. Setelahnya ada 40 orang yang diminta untuk melihat kedua puluh foto tersebut. Mereka diminta untuk menilah tampilan lelah, sedih dan beberapa petunjuk spesifik pada wajah.

Hasilnya, saat kurang tidur, wajah peserta tersebut tampak lelah. Tampak lingkaran hitam di bawah mata, mata juga tampak merah dan bengkak, lebih banyak kerutan serta kelopak mata yang turun. Singkatnya saat kurang tidur, seseorang jadi berpenampilan buruk.

Selain lingkaran hitam mata, para peneliti dari Swedia ini juga mencatat bahwa kulit wajah jadi lebih pucat serta sudut bibir tampak menurun. Para peserta yang menilai foto juga menyatakan bahwa penampilan pada foto saat kurang tidur tampak sedih.

Para ahli berharap hasil penelitian mereka ini nantinya dapat memberikan dasar parameter-parameter baru untuk menilai kantuk seseorang. Penilaian kantuk nantinya bisa dimanfaatkan juga untuk diagnosis penyakit, dan keselamatan kerja serta lalu lintas.

Tidur cantik, telah terbukti dan mempunyai latar belakang sains yang solid. Sudah saatnya kita mulai memasukkan kesehatan tidur menjadi salah satu prioritas kesehatan kita. Di samping dampaknya pada kecantikan, perlu diingat bahwa tidur yang tak sehat telah terbukti berhubungan juga dengan obesitas, daya tahan tubuh bahkan kanker payudara.

Tips Tidur Cantik:

- Jaga jadwal tidur yang teratur dan cukup.
- Buat suasana kamar tidur senyaman mungkin untuk tidur, bukan untuk beraktivitas.

- Suhu kamar cukup sejuk, karena membantu kualitas tidur yang baik.

- Redupkan kamar tidur saat tidur.

- Persiapkan tidur dengan aktivitas yang menyenangkan namun santai.

- Bersihkan pelapis kasur dengan rutin untuk mencegah kotoran dan alergi.

- Posisi tidur terlentang diketahui baik untuk menjaga kekencangan wajah.

sumber kompas

Sering Bangun di Malam Hari, Waspadai Gangguan Prostat


Risiko gangguan prostat akan meningkat seiring bertambahnya usia. Karena itu, pria perlu mewaspadai secara dini gejala-gejala yang timbul agar bisa mendapat penanganan dan menghindari gangguan prostat yang serius.

Menurut dr Tan Hun Hoe, pakar urologi dari Mt Alvernia Medical Centre Singapore, gejala yang perlu diwaspadai yaitu sering terbangun di malam hari untuk berkemih. Terutama, jika terbangun lebih dari satu kali setiap malamnya.

"Itu bisa jadi gejala awal pembesaran prostat," ujarnya dalam talkshow bertajuk "Kenali Masalah Kandung Kemih dan Bagaimana Meningkatkan Kesehatan Seksual Anda" oleh PNC Healthcare, Jumat (6/9/2013) di Jakarta.

Tan menjelaskan, setidaknya ada dua gejala lain yang perlu diwaspadai sebagai gangguan prostat selain sering berkemih di malam hari. Dua gejala itu adalah aliran urine yang tidak lancar dan rasa tidak nyaman, bahkan sakit saat berkemih.

"Jika mengalami ketiga gejala tersebut, sebaiknya segera memeriksakan diri untuk mengetahui penyebab pastinya, apakah ada pembesaran prostat atau tidak," tegas Tan.

Prostat merupakan organ yang penting untuk kesehatan seksual pria. Tan mengatakan, seiring bertambahnya usia, prostat mengalami pembesaran secara alami karena pengaruh hormon-hormon seksual dalam tubuh pria.
Prostat yang membesar akan menekan saluran kemih. Itulah yang menimbulkan gejala seperti tidak lancarnya aliran urine atau rasa tidak nyaman dan nyeri saat berkemih.

"Pembesaran prostat adalah hal yang normal, seperti halnya manusia hanya memiliki satu kepala. Jadi sebenarnya bukan hal yang perlu ditakutkan. Hanya saja, perlu adanya pencegahan dan pengobatan untuk gejala pembesaran prostat ganas yang hingga menyumbat saluran kemih," tutur Tan.

Pencegahan pembesaran prostat, imbuhnya, dapat dilakukan dengan rutin mengkonsumsi sayur-sayuran dan biji-bijian yang mengandung fitoestrogen, seperti tomat, kedelai, biji bunga matahari, dan biji-bijian lainnya.

Agar Cukup Gizi, Kenali Mitos Keliru Seputar Pola Makan

Mitos yang berkembang di masyarakat dapat mempengaruhi pola makan dan kebiasaan makan sehari-hari. Sayangnya, tak sedikit pula mitos justru bersifat menyesatkan sehingga dapat menghambat kecukupan gizi. 

Padahal, gizi merupakan salah satu pilar terpenting untuk kesehatan yang optimal, terutama pada ibu dan anak karena sangat menentukan tumbuh kembang anak. Maka, agar tidak "terjebak" dalam pola makan yang salah, kita harus cermat dalam menilai mitos.

Berikut beberapa mitos seputar kesehatan ibu dan anak yang sebaiknya Anda ketahui.

1. Ibu hamil harus makan porsi ganda

Fakta: Meskipun sedang mengandung, seorang wanita bukan berarti harus makan porsi makanan untuk dua orang. Pasalnya kebutuhan janin tidak sama dengan kebutuhan ibunya.

Guru besar gizi dari Institut Pertanian Bogor Made Astawan mengatakan, ibu hamil hanya memerlukan tambahan ekstra 300 kalori per hari untuk mencukupi kebutuhan janin dalam kandungannya. Dan zat gizi yang harus diperbanyak adalah mikronutrien seperti kalsium dan zat besi, bukan karbohidrat atau lemak.

"Jika ibu hamil makan prosi ganda maka akan sulit untuk menurunkan berat badan pascakelahiran," ujarnya.

Selain itu, ibu hamil juga perlu memperhatikan tambahan berat badannya. Menurut Made, penambahan berat badan perlu disesuaikan dengan indeks massa tubuh (IMT) ibu sebelum hamil. Semakin besar IMT ibu sebelum hamil, maka seharusnya semakin kecil penambahan berat badan ia saat hamil.

2. Minum air es saat hamil membuat bayi besar
Fakta: air es tidak akan membuat bayi besar, kecuali jika minumnya ditambah dengan sirup dan gula secara berlebihan. Energi dari gula dan sirup menyebabkan janin lebih cepat besar.

Gula yang dikonsumsi berlebihan akan menimbulkan gangguan kerja insulin yang menyebabkan ibu mengalami diabetes gestasional. Maka bayi besar (saat lahir lebih dari 4 kilogram) merupakan salah satu penanda ibu mengalami penyakit tersebut.

3. Minum air kelapa akan memperlancar persalinan
Fakta: belum ada bukti tentang kaitan air kelapa dengan mudahnya persalinan. Made menuturkan, air kelapa mengandung elektrolit yang membantu menjaga tubuh tetap sehat, bukannya memperlancar persalinan.

4. Ibu hamil dilarang makan udang karena nanti bayi tidak bisa lancar lahirnya, hanya maju mundur
Fakta: Udang merupakan sumber protein, mineral, dan omega-3 yang sangat baik bagi ibu hamil.

"Proses persalinan akan selalu didahului dengan posisi kepala yang maju mundur dulu sebelum ibu dapat mengejan dengan baik untuk mendorong bayi keluar," jelas Made.

5. Ibu hamil dan menyusui dilarang makan ikan dan makanan laut lain karena akan membuat ASI-nya amis.
Fakta: Ikan merupakan sumber protein dan mineral yang baik. Ikan juga kaya asam lemak omega-3 yang diperlukan untuk perkembangan otak dan penglihatan bayi.

"Mengonsumsi dua porsi ikan per minggu akan membuat ibu sehat dengan volume dan kualitas ASI yang baik," tutur Made.

6. Semua yang berwarna putih adalah susu
Akibatnya, air tajin hingga santan diberikan kepada bayi dan balita. Faktanya, semua yang berwarna putih belum tentu memiliki kandungan gizi yang sama seperti susu. Susu memiliki banyak jenis dan masing-masing memiliki keunggulan dan standar yang berbeda.

Pada bayi, ASI lah yang terbaik karena memiliki zat gizi lengkap dan seimbang yang cocok untuk kebutuhan bayi. Pemberian air tajin dan santan bukannya menambah lengkap gizi bayi, malah akan membuat bayi kurang gizi.

Selain itu ikan juga mengandung mineral-mineral penting yang dibutuhkan bagi tumbuh kembang bayinya.

Selain itu, pemberian makanan untuk bayi yang harus dikunyah dulu oleh si pemberi makan. Tujuannya memang untuk membuat makanan lumat sehingga mudah dicerna, namun tindakan itu justru akan menghilangkan sebagian besar gizi dari makanan.